1. Aku menggambarkan diriku sebagai komet besar yang menyala-nyala, sang bintang jatuh.

2. Semua orang berhenti sejenak, menunjuk ke atas, dan menghela nafas: “Oh, lihatlah itu!”

3. Dan kemudian, wusss… ia pun lenyap.

4. Dan mereka tak akan pernah melihat lagi hal seperti itu… Dan mereka tak akan pernah bisa melupakanku… Selamanya….

5. Aku menganggap diriku sebagai orang cerdas, manusia sensitif dengan jiwa seorang pelawak, yang selalu memaksaku untuk meledakkan itu pada saat-saat paling penting.

6. Bukalah dadamu terhadap rasa takut terdalammu; setelah itu, rasa takut tak lagi punya kekuatan, dan ketakutan akan kebebasan menciut dan lenyap. Kau pun bebas.

7. Hal yang paling penting dari kebebasan adalah menjadi dirimu yang seharusnya.

8. Kamu khianati kenyataan diri untuk sebuah peran. Kamu khianati inderamu demi suatu tindakan.

9. Kamu menyerah pada kemampuanmu untuk merasakan, dan sebagai gantinya, kamu mengenakan sebuah topeng.

10. Tidak akan terjadi revolusi berskala luas sampai terjadi revolusi diri, pada tahapan individual. Revolusi harus terjadi dari dalam terlebih dahulu.

Respon Pembaca

komentar