DI tengah perayaan hari perkawinannya yang ke-25, Kimung justru menyendiri dan menangis di taman rumahnya yang luas. Ia ditemui oleh sahabatnya.

“Kenapa kamu menyendiri dan menangis? Lihat, apa yang telah kamu capai? Rumah mewah dengan taman yang luas dan indah, perkawinan yang bertahan hingga 25 tahun…”

“Itulah yang saya sesali. Seandainya saya menceraikannya pada tahun ke-5 perkawinan kami, seperti yang waktu itu dia minta, saya sekarang jadi orang bebas dan berbahagia.”

Moral cerita: Perayaan kebahagiaan
bisa jadi sama dengan perayaan penyesalan. 

Respon Pembaca

komentar