Pada usia 32 tahun, setahun yang lalu, pada tanggal 27 Maret 2015, presenter, artis, dan komedian Olga Syahputra – aslinya Yoga Syahputra bin Nur Rahman – meninggal dunia, setelah lebih dari satu tahun jatuh sakit akibat  radang selaput otak  dan dirawat di R.S. Mount Elizabeth Singapura. Olga tentu saja tak sempurna, tapi dari sosoknya, jejak kehidupannya kita bisa memetik banyak pelajaran tentang perjuangan dan kesuksesan:

1. Yakinlah Ada Potensi Besar dalam Diri Kita

Apa sih bakat Yoga Syahputra alias Olga? Suaranya pas-pasan untuk jadi penyanyi. Wajahnya bukan tipe lelaki tampan untuk menjadi aktor. Tapi ia menemukan dirinya dengan menggali kekuatan yang pada awalnya mungkin harus ia terima sebagai kelemahan. Ia tidak berlagak sok pintar. Ia pun mengganti nama panggungnya menjadi Olga, nama yang feminin. Dari situ dia menjelma menjadi sosok penghibur yang berbeda!

 

2. Ketika Ada Kesempatan, Raihlah!

Ketika ditawari bermain di film Lenong Bocah, Olga bingung karena tak sedikitpun ia mampu berakting. Tapi ia tak mau melepas kesempatan itu. Ia mempersiapkan diri dengan ikut berlatih akting di Sanggar Ananda dengan biaya dari menjual kulkas. Film itu sukses! Nama Olga pun mulai dikenal.

 

3. Masuki Dunia yang Ingin Kita Kuasai

Di jagad bisnis hiburan, Olga masuk dan merangkak dari bawah. Tanpa modal, kecuali keinginan yang kuat untuk berhasil. Dari satu film, Olga mulai dapat peran peran figuran. Ia sempat menjadi asisten artis Bertrand Antolin, lalu penyanyi dangdut Rita Sugiarto. Dari situ ia banyak mengenal seluk-beluk dunia hiburan.

 

4. Tampillah, Tunjukan Potensi Diri

Kesampatan untuk tampil, peran sekecil apapun adalah etalase untuk memperlihatkan potensi diri. Dari situ potensi Olga terendus oleh Vera Zanobia Sukari, seorang manajer artis yang saat itu memegang pedangdut Saiful Jamil.

“Aku ketemu pas ulang tahun Saipul. Aku bilang sama Ipul, ‘Pul ini bagus anak, tiga tahun nih anak jadi lho,” kata sosok yang oleh Olga akrab dipanggil Mak Vera. Tapi, waktu itu, mereka belum ‘berjodoh’.

 

5. Percayalah pada Niat Baik Orang Lain

Jika kita bail, pasti orang lain akan baik pada kita.  Ulfa Dwiyanti melihat kebaikan itu pada Olga. Akhirnya, Ulfa meminta Mak Vera untuk menjadi manajer Olga.

“Aku ketemu lagi sama Olga pas lagi pegang Ulfa Dwiyanti. Ulfa bilang, Ver, lo pegang deh, ni anak bagus,” tutur Mak Vera menirukan ucapan Ulfa Dwiyanti.

 

6. Jaga Kepercayaan, Jangan Bohong

Mak Vera dan Olga tidak pernah terpisahkan. Keduanya bagaikan sudah terikat kontrak mati. Kontrak yang dituntaskan Olga hingga akhir hayatnya. Padahal, pada awalnya tidak mudah untuk meyakinkan Olga.  “Kata Olga gini, mana mau dia megang artis kaya gua?” kenang Mak Vera. Ketika kesepakatan itu terjadi Mak Vera cuma minta satu syarat Olga tidak boleh bohong.

 

7. Kontrak atas Nama Hati

Di bisnis hiburan sesungguhnya begitu mudah seorang artis menjadi besar kepala. Kisah perpecahan mamajemen adalah lumrah. Tapi itu tak terjadi antara Olga dan Mak Vera. Padahal tak ada ikatan kontrak tertulis di atas kertas. Mak Vera bekerja dengan hati. Olga mengimbangi sikap tulus itu. “Sampai akhir ini kita nggak pernah ada kontrak. Jadi, Mak sama artis Mak, kalo mereka mau keluar dari hidup Mak dan udah punya nama nggak apa-apa. Aku nggak pernah maksain,” katanya.

Hasan A

Respon Pembaca

komentar